
seputarbola.org – Legenda Juventus Alessandro Del Piero memberikan pujian kepada Kenan Yildiz jelang turnamen Piala Dunia 2026. Ia menyebut pemain muda Juventus itu sebagai salah satu talenta kreatif paling menarik dalam generasi sepak bola saat ini.
Pernyataan tersebut menjadi kabar positif bagi publik Turin. Yildiz kini mengenakan nomor punggung 10 yang dulu identik dengan Del Piero selama bertahun-tahun di Juventus.
Di tengah kekhawatiran soal menurunnya kualitas teknis pemain modern, Del Piero justru tetap optimistis. Menurutnya, kreativitas di lapangan tidak pernah benar-benar hilang.
Ia menilai bakat seperti itu masih banyak ditemukan, asalkan publik mau melihat perkembangan pemain muda dengan lebih cermat. Del Piero percaya sepak bola tetap memiliki ruang bagi pemain dengan imajinasi tinggi.
Pujian untuk Kenan Yildiz dan Bakat Kreatif

Turnamen besar seperti Piala Dunia selalu menjadi panggung bagi pemain muda berbakat. Karena itu, Del Piero mengaku sudah menantikan aksi beberapa nama yang dianggap punya kreativitas berbeda.
Selain Kenan Yildiz, ia juga menyoroti sejumlah pemain muda dari negara lain. Mereka dinilai mampu menghadirkan daya tarik tersendiri saat menguasai bola.
“Nico Paz, Arda Guler dan Cherki membuat saya bersemangat, dan kemudian Yildiz bersama Turki,” kata Del Piero kepada La Gazzetta dello Sport.
“Setiap tim nasional memiliki pemain dengan kreativitas dan bakat luar biasa. Ini adalah masalah menemukan mereka dan menyaksikannya dengan cermat.”
Kreativitas Italia yang Belum Habis
Dalam beberapa tahun terakhir, muncul anggapan bahwa sepak bola Italia mulai kehilangan identitas kreatifnya. Kompetisi domestik dinilai semakin kaku dan minim pemain dengan kemampuan teknis menonjol.
Del Piero menolak pandangan tersebut. Ia yakin kreativitas tetap ada, hanya perlu pendekatan yang tepat untuk mengembangkannya kembali.
“Kreativitas di Italia mati? Tidak, itu selalu ada di sini, mungkin di olahraga lain lebih banyak daripada sepak bola saat ini,” ujar mantan penyerang timnas Italia tersebut.
“Itu akan ditemukan kembali di lapangan kami juga, dengan cara bekerja dengan metode yang paling tepat.”
Reformasi Total Pembinaan Usia Dini

Menurut Del Piero, persoalan terbesar justru muncul di level pembinaan usia muda. Ia melihat banyak pemain muda tumbuh dengan rasa takut gagal.
Tekanan untuk selalu menang dianggap menghilangkan kesenangan bermain sepak bola sejak dini. Dampaknya, banyak pemain memilih bermain aman dan enggan mengambil risiko kreatif.
“Sepak bola usia muda membutuhkan prioritas yang berbeda, karena dulu orang-orang lebih menikmati diri mereka sendiri,” tuturnya.
“Kekalahan mengajarkan Anda lebih banyak daripada kemenangan, jika Anda mengalaminya tanpa rasa malu. Banyak pemain muda sekarang mengambil langkah mundur saat menghadapi kekalahan. Siapa pun yang berhasil membuat mereka menikmati permainan lagi akan menemukan kembali bakat itu.”
Di sisi lain, Del Piero juga memilih berhati-hati saat membahas calon juara Piala Dunia. Ia menilai ada enam hingga tujuh tim nasional yang memiliki kualitas seimbang dan sama-sama berpeluang merebut trofi.
Sumber : Bola.net
Baca juga :
